{"id":1199,"date":"2013-07-22T23:13:44","date_gmt":"2013-07-22T15:13:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.mohdhisyam.com\/blog\/?p=1199"},"modified":"2013-07-22T23:13:44","modified_gmt":"2013-07-22T15:13:44","slug":"maksud-penghargaan-terhadap-diri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/maksud-penghargaan-terhadap-diri-sendiri\/","title":{"rendered":"Maksud Penghargaan Terhadap Diri Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.mohdhisyam.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Maksud-Menghargai-Diri-Sendiri.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1200\" alt=\"Maksud Menghargai Diri Sendiri\" src=\"http:\/\/www.mohdhisyam.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Maksud-Menghargai-Diri-Sendiri-300x276.jpg\" width=\"300\" height=\"276\" \/><\/a><\/p>\n<p>Penghargaan terhadap diri sendiri adalah perasaan seseorang terhadap dirinya, pendapat tentang dirinya dan kepuasan pada dirinya. Penghargaan terhadap diri sendiri memiliki tiga asas yang utama:<\/p>\n<p>1. Menerima diri sendiri<\/p>\n<p>Terima diri sendiri apa adanya: contohnya menerima bentuk tubuh sendiri. Dengan begitu, kita tidak merasa ada sesuatu yang tidak disukai pada diri, baik secara jasmani mahupun jiwa dan menerima keluarganya. Dia tidak pernah merasa membenci keluarganya dan berharap menjadi sebahagian keluarga yang lain; mencintai negaranya. Ada orang yang lari ke luar negeri kerana tidak mencintai negaranya dan merasa tidak selesa bergaul dengan masyarakatnya. Penyebabnya boleh jadi budaya dunia luar dan perilaku mereka yang membuatnya merasa lebih selesa.<!--more--><\/p>\n<p>Namun lebih jauh, dia tidak mengenal dirinya sendiri. Dia tidak menjadi sebahagian dari komuniti asing dan tidak mencintai negerinya sendiri. Inilah salah satu penyebab seseorng merasa tidak berharga walaupun kelihatan dirinya berjaya dan kaya.<\/p>\n<p>2. Harga Diri<\/p>\n<p>Di sini, seseorang merasa mempunyai harga diri. Dia merasa sebagai sebahagian penting dalam masyarakat . Dia mampu merbuat hal penting, maju dan mewujudkan semua rencana. Hidupnya bermakna bagi masyarakat. Apa yang dia lakukan tentu bermanfaat dan penting. Oleh kerana itulah dia mendapatkan penghormatan dari orang lain. Ketika seseorang merasa tidak dihargai oleh keluarga, masyarakat dan pemimpin, maka jiwanya tidak akan stabil. Dia akan menjadi seorang yang pemarah, mudah tersinggung dan merasa telah dijauhi oleh orang lain.<\/p>\n<p>Dalam keadaan jiwa seperti ini, dia akan mudah terganggung oleh pendapat tentang dirinya. Dia merasa tidak bererti di hadapan orang lain. Jika melakukan sesuatu, dia tidak akan dihargai.<\/p>\n<p>3. Mencintai Diri Sendiri<\/p>\n<p>Seseorang menyukai anugerah Allah. Ketinggian tubuh, warna kulit dan segala sesuatu yang ada padanya dicintai apa adanya. Faktor utama yang membentuk rasa cinta pada diri sendiri adalah pendidikan pertama yang diterima oleh seorang anak daripada ibu bapanya. Pendidikan dasar ini kemudian melekat dalam hidupnya dan minda, seterusnya mempengaruhinya dalam berinteraksi dengan dunia luar. Akar dari semua ini adalah sesuatu yang ada dalam akal bawah sedar iaitu fikiran yang tertanam. Kerana itu, untuk mengubah sikap terhadap diri sendiri, ia harus dimulai dengan mengubah fikiran.<\/p>\n<p>Sumber : Buku Terapi Berfikir Positif<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[46,106,129,130,145,228,273,274],"class_list":["post-1199","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ispirasi","tag-buku-motivasi","tag-harga-diri","tag-ingin-di-sayang","tag-ingin-dihargai","tag-jual-diri","tag-menerima-diri-sendiri","tag-pakar-motivasi","tag-pakar-terapi-jiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1199\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hisyamden.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}